GEGER! Buaya Raksasa Inhil Mati Setelah 20 Hari Dipenangkaran, Perut Dibedah Isinya Bikin Syok: TV, Pisau, hingga Mata Tombak
WARTABANJAR.COM, PEKANBARU – Warga Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kembali diguncang kabar menghebohkan. Seekor buaya raksasa yang ditangkap warga pada Jumat, 31 Oktober 2025, dan sempat dipelihara di penangkaran, akhirnya mati pada Kamis (20/11/2025). Tak berhenti di situ—isi perut buaya ini membuat warga dan petugas terpaku tak percaya.
Raksasa Sungai dengan Bobot Fantastis
Buaya berukuran kolosal itu memiliki berat 585 kilogram dan panjang 5,7 meter. Setelah mati, bangkainya tidak dikuburkan, melainkan langsung dikirim ke Jakarta atas permintaan sebuah lembaga konservasi di bawah binaan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan.
Menurut Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi, bangkai buaya dikirim dengan mobil boks berpendingin agar tetap utuh untuk proses preparasi dan pengawetan.
Isi Perut Mengejutkan: Plastik, Pisau, Pecahan TV, hingga Mata Tombak
Sebelum dikirim, petugas terlebih dahulu membedah perut buaya tersebut. Hasilnya jauh dari dugaan siapa pun. Di dalam perut buaya ditemukan benda-benda aneh, mulai dari:
20 kantong plastik
Karung goni
Pisau kecil lengkap dengan gagang
Tutup botol plastik
Mata tombak
Pecahan tabung televisi
Semua benda ini ditemukan dalam kondisi utuh karena tidak dapat dicerna oleh buaya. Junaidi menegaskan bahwa tidak ditemukan tulang belulang manusia di dalam perut buaya tersebut.
Diduga Tak Mau Makan Akibat Perut Penuh Sampah
Selama berada di penangkaran, buaya raksasa ini beberapa kali menolak makan. Dugaan sementara, benda-benda yang menumpuk di perutnya menjadi penyebab gangguan internal hingga akhirnya menyebabkan kematian.
Penangkapan buaya tersebut sebelumnya sempat menyita perhatian warga karena ukurannya yang sangat besar. Selama ditahan di penangkaran, masyarakat dari berbagai daerah berdatangan untuk melihat langsung predator raksasa ini.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad