Harga Eceran Pertamax di HST Tembus Rp 20 Ribu, Buntut BBM Langka

WARTABANJAR.COM, BARABAI – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) akibat kelangkaan BBM jenis Pertamax dan Pertalite.

Harga eceran Pertamax yang sepekan lalu masih Rp 15 ribu kini melonjak tajam menjadi Rp 20 ribu per liter akibat SPBU di wilayah HST dilaporkan kehabisan stok Pertamax maupun Pertalite.

Berdasarkan penelusuran wartabanjar.com pada Minggu (23/11/2025), sebagian besar SPBU di Labuan Amas Selatan, Pandawan, hingga Batang Alai tidak lagi memiliki stok Pertamax maupun Pertalite.

Baca Juga Debit Air Sungai Riam Kiwa di Kabupaten Banjar Naik

Sementara itu, di SPBU Barabai, BBM sempat tersedia pada pagi hari, namun kembali kosong pada siang harinya. Warga hanya menemukan pemberitahuan bahwa pengiriman BBM masih dalam perjalanan tanpa kepastian waktu kedatangan.

Habibah, salah satu warga Barabai, mengatakan sejak beberapa minggu terakhir BBM sering habis sebelum memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Tadi pagi saya sempat ke SPBU Mandingin masih ada, tapi siang sudah kosong lagi. Harga yang naik drastis ini sangat meresahkan, apalagi di eceran sekarang tembus Rp 20 ribu dari yang sebelumnya Rp 15 ribu. Dalam waktu seminggu naik segitu, itu tidak wajar,” keluhnya.

Ia berharap distribusi BBM kembali stabil agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Semoga harga bisa normal lagi dan stoknya ada. Jangan sampai ada permainan yang membuat harga semakin mahal, karena ini benar-benar mengganggu mobilitas,” ujarnya.

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, telah menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pasokan BBM.

Baca Juga :   6 Anggota Polisi Terluka Akibat Kericuhan di Unjuk Rasa di Gedung DPRD Kalsel

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca