WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Unjuk Rasa (Unras) mahasiswa di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), berakhir pada Kamis (15/1) sore.
Enam anggota polisi mengalami luka akibat terjadinya kericuhan antara aparat dengan massa aksi.
Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Cuncun Kurniadi, melalui Wakapolresta Banjarmasin, AKBP Arwin Amrih Wientama, usai melakukan pengamanan pada aksi tersebut.
Baca Juga Unras Mahasiswa di DPRD Kalsel Berakhir Ricuh, Diduga Ada Oknum Massa Aksi Semprot Pilox ke Polisi
“Secara umum kegiatan pelayanan maupun pengamanan kegiatan Unras berjalan secara aman dan kondusif,” ujar Wakapolresta.
Arwin mengungkapkan, dalam proses pengamanan tersebut pihaknya dibantu oleh personel dari Polda Kalsel, Polres Rayonisasi, dan juga personel Polresta Banjarmasin sendiri.
“Untuk personel yang bertugas melakukan pengamanan berjumlah sebanyak 621 personel,” ungkap Arwin.
Ia juga menuturkan, sepanjang jalannya aksi memang sempat terjadi ketegangan antara pihak petugas kemanan dengan massa aksi, namun itu masih terbilang hal yang wajar dan masih sesuai SOP.







