Harga Eceran Pertamax di HST Tembus Rp 20 Ribu, Buntut BBM Langka

Ia berharap distribusi BBM kembali stabil agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Semoga harga bisa normal lagi dan stoknya ada. Jangan sampai ada permainan yang membuat harga semakin mahal, karena ini benar-benar mengganggu mobilitas,” ujarnya.

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, telah menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pasokan BBM.

Ia menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi dipicu oleh hambatan suplai jalur laut.

“Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah melakukan normalisasi dan build-up stock bertahap. Kami juga menambah jam operasional di terminal BBM agar penyaluran dapat dipercepat dan berjalan optimal,” kata Edi, Rabu (19/11/2025).

Pertamina memastikan upaya percepatan terus dilakukan untuk menjaga pelayanan di SPBU, meski kondisi lapangan masih sangat dinamis dan pasokan belum mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat.

Kenaikan harga di pengecer yang semakin “liar”, stok yang kosong total, dan ketidakpastian suplai membuat masyarakat cemas. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, sejumlah sektor diperkirakan terganggu, mulai dari aktivitas harian, distribusi barang, hingga pelayanan publik. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Restu