WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Rencana Pemerintah Kota Banjarmasin untuk memperbaiki kondisi SDN Basirih 10 memasuki babak baru.
Alih-alih memperbaiki gedung sekolah yang kini memprihatinkan, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, justru membuka opsi relokasi total.
Menurutnya, lokasi sekolah yang berada di pinggiran kota membuat efektivitas layanan pendidikan kurang optimal.
Baca Juga Emak-Emak Jadi Korban Tabrak Lari di Bundaran Burung Palangka Raya, Pelaku Kabur Tanpa Jejak
“Lokasinya terlalu di ujung. Kita ingin letaknya lebih ke tengah agar akses siswa lebih baik,” ujar Yamin, Sabtu (21/11/2025).
Selain faktor lokasi, jumlah siswa yang tergolong sedikit juga menjadi pertimbangan serius. Apalagi, area sekolah berada di perbatasan dengan Kabupaten Banjar, sehingga sebagian murid yang bersekolah di sana berasal dari luar Kota Banjarmasin.
“Warga di sekitar sana sangat sedikit, bisa dihitung jari. Siswa yang sekolah tidak hanya dari Banjarmasin, tapi juga kabupaten tetangga,” jelas Yamin.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, ia menilai membangun sekolah baru di lokasi yang lebih strategis akan lebih efektif dibandingkan sekadar memperbaiki gedung lama. Namun, rencana itu disebut masih perlu melalui kajian mendalam sebelum diputuskan.
“Dibandingkan perbaikan, saya rasa lebih baik dibangun gedung sekolah baru dengan lokasi lebih ke tengah,” tegasnya.
Meski begitu, Yamin memastikan Pemko tidak akan mengabaikan kebutuhan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Termasuk mengenai akses jalan yang selama ini menjadi keluhan utama lantaran kerap terendam rob.

