Menurutnya, potensi besar yang dimiliki anggrek lokal belum sepenuhnya diresapi dan dipahami oleh komunitas umum.
“Maka tidak kenal maka tidak sayang. Kita ingin masyarakat Tanah Laut lebih mengenal anggrek yang selama ini mengharumkan nama daerah bahkan dunia,” tambahnya.
Lebih dari sekadar hobi, Ketua PAI Tanah Laut memandang bahwa sektor anggrek menyimpan prospek bisnis yang cerah. Ia melihat anggrek memiliki potensi kuat untuk diangkat sebagai komoditas ekspor unggulan, asalkan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kebijakan terkait.
Ia juga secara kritis menyoroti salah satu kekurangan yang mendesak untuk dibenahi, yaitu belum tersedianya galeri atau kebun anggrek khusus yang berfungsi untuk memamerkan koleksi anggrek pemenang lomba internasional milik Tanah Laut.
Hal ini, menurutnya, merupakan tantangan sekaligus peluang besar untuk menarik perhatian dan investasi lebih lanjut pada sektor peranggrekan.
Puncak acara ditandai dengan pembukaan pameran anggrek TOP 2025. Pameran ini menampilkan beragam varietas anggrek unggulan dari berbagai komunitas, petani, dan pecinta anggrek se-Tanah Laut, serta diramaikan dengan kompetisi Putri Anggrek.
Diharapkan, kegiatan ini mampu memantik semangat baru dalam memajukan dunia anggrek, sekaligus memperkokoh citra Kabupaten Tanah Laut sebagai salah satu sentra anggrek terbaik di Indonesia. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







