WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Aksi eksibisionis kembali bikin resah warga ibu kota. Seorang perempuan di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, mengalami kejadian mengerikan saat lari pagi. Seorang pria yang berkendara motor tiba-tiba muncul dari belakang, melakukan catcalling, hingga nekat mempertontonkan alat kelaminnya sambil berteriak.

Insiden itu membuat korban ketakutan hingga enggan keluar kos selama beberapa hari. Rutinitas lari paginya pun terhenti akibat trauma yang mendalam.

Korban sudah berusaha melapor ke berbagai pihak. Namun jawaban yang diterima selalu sama: tidak bisa diproses tanpa bukti. Padahal korban hanya berharap pelaku diberi teguran agar tidak mengulangi aksinya.

Hingga pada suatu pagi, di tengah rasa putus asa, korban melintas di depan kantor Damkar Bendungan Hilir dan memberanikan diri meminta bantuan. Tak disangka, respons mereka super cepat.

Tanpa bertele-tele, petugas Damkar Benhil langsung menuju lokasi untuk mengecek situasi sekaligus menegur pelaku. Tindakan sigap itu membuat korban merasa dihargai dan akhirnya bisa bernapas lega.

Ia menyampaikan terima kasih kepada tim Damkar Benhil, terutama kepada Pak Bambang yang langsung menangani laporannya.
“Makasi buanyakkk, semoga sehat dan sukses selalu… Amin,” ungkapnya.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa pelecehan seksual di ruang publik bukan hal sepele. Trauma korban nyata, dan tak selalu harus menunggu bukti rumit untuk memberikan rasa aman.

Di media sosial, netizen meledak dengan berbagai komentar penuh emosi—antara marah, lucu, sampai salut: