WARTABANJAR.COM, BARABAI— Tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mendorong pemerintah daerah mengambil langkah percepatan.

Pemkab HST bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan komitmen untuk mengeliminasi TBC pada tahun 2030 melalui kegiatan Sosialisasi Tim Percepatan Penanggulangan TBC yang digelar di Aula Bapelitbangda HST, Selasa (18/11/2025).

Kepala Dinas Kesehatan HST, dr. Desfi Delfiana Fahmi, menyampaikan bahwa situasi TBC secara nasional masih sangat mengkhawatirkan.

Ia menyebut kondisi tersebut “sedang tidak baik-baik saja,” mengingat TBC masih masuk dalam daftar 10 penyakit penyebab kematian tertinggi.

“Kita memiliki prestasi yang buruk, peringkat tertinggi kedua di dunia setelah India,” ujarnya.

Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia mencatat estimasi 1,09 juta kasus dengan 125 ribu kematian per tahun.

Di HST, terdapat 630 kasus TBC ternotifikasi sejak Januari hingga September 2025.

Data tersebut menunjukkan perlunya langkah penanganan yang lebih cepat, terstruktur, dan melibatkan banyak pihak.

Sebagai langkah awal, Pemkab HST melalui Dinkes membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC dan menggelar sosialisasi untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati HST, Samsul Rizal.

“Melalui pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan TBC, kita ingin membangun pola kerja yang lebih solid dan responsif,” ucapnya.

Bupati menegaskan bahwa tim tersebut memiliki tugas yang luas, mulai dari upaya promotif dan preventif, deteksi dini, pengobatan tuntas, hingga pengawasan pasien.

Ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk ikut berperan.

BACA JUGA: Polda Kalsel Bongkar Industri Rumahan Miras Oplosan di Banjarmasin, Ribuan Botol Disita

“Saya mengimbau pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat untuk sama-sama berperan aktif mewujudkan HST bebas TBC,” tambahnya.

Sebagai komitmen bersama, Bupati HST, Kadinkes, Forkopimda, dan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) menandatangani nota kesepahaman.

Ke depan, tim ini akan memperkuat kerja sama lintas sektor, memastikan dukungan kebijakan dan pendanaan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam temuan kasus dan pengobatan tuntas, serta melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan.