Tak hanya itu, Sedio, petani terong di lokasi yang sama, mengatakan hujan berkepanjangan memicu munculnya berbagai penyakit tanaman.
“Kalau hujan, terong bisa layu atau kena penyakit. Waktu sempat panas seminggu itu bagus, tapi begitu hujan lagi langsung muncul penyakit macam-macam,” ungkapnya.
Meski produksi menurun, harga terong saat ini masih relatif stabil dan terbilang bagus. “Ada di kisaran Rp6 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram tergantung pembeli,” tambahnya.
Sehingga, para petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar tanaman kembali tumbuh optimal.
Selain itu, mereka meminta adanya pendampingan terkait perbaikan kualitas tanah dan penanganan penyakit tanaman yang semakin mudah muncul saat cuaca ekstrem.
“Musim ini paling berat. Tanah cepat asam dan tanaman gampang rusak,” timpal Sukiran. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







