WARTABANJAR.COM, KUTAI BARAT – Duka mendalam menyelimuti warga Kutai Barat, Kalimantan Timur, setelah sebuah kapal feri penyeberangan tradisional tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Senin malam (10/11/2025).
Tragedi maut ini menewaskan delapan penumpang, sementara 20 orang lainnya berhasil selamat dari maut.
Menurut laporan Basarnas Balikpapan, seluruh korban telah ditemukan dan dievakuasi hingga Rabu malam (12/11/2025).
“Hasil pencarian hari kedua mencatat delapan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Endrow Sasmita, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Kamis (13/11/2025).
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup.
Kronologi Detik-detik Kapal Tenggelam
Dilansir dari Humas Polri, kapal feri nahas itu tenggelam di perairan Kampung Muara Leban, Kecamatan Long Iram, Kutai Barat, sekitar pukul 20.00 WITA.
Kapal tersebut berangkat dari dermaga PT Borneo Damai Lestari (BDL) di Kampung Ujoh Halang, menuju Kampung Linggang Muara Leban dengan membawa 28 penumpang dan 200 sak semen.
Namun nahas, baru berjarak sekitar 150 meter dari tepian Sungai Mahakam, air tiba-tiba masuk dari bagian depan ponton.
“Kapal mulai kemasukan air dan akhirnya tidak dapat dikendalikan hingga tenggelam,” jelas Kasat Polair Polres Kutai Barat, mewakili Kapolres AKBP Boney Wahyu Wicaksono.
Diduga kuat, kelebihan muatan dan tekanan air sungai yang deras menjadi pemicu utama tenggelamnya kapal tradisional tersebut.
Penyelamatan Dramatis di Tengah Arus Deras

