Sementara itu, Kepala Bulog Kanwil Kalimantan Selatan, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyampaikan bahwa hasil sidak menunjukkan masih terdapat dua jenis stok beras, yakni beras luar negeri (LN) dan beras dalam negeri (DN).
“Memang benar, hasil sidak dari Ketua Komite II DPD RI menemukan masih ada beras LN dan DN. Untuk beras LN, kami prioritaskan agar segera habis melalui penyaluran bantuan pangan dan program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan),” jelasnya.
Menurutnya, saat ini sisa beras impor di gudang Bulog Kalimantan Selatan sekitar 2.800 ton, dan ditargetkan sudah tersalurkan seluruhnya pada tahun 2026.
“Untuk beras dalam negeri, stok kita masih cukup banyak, sekitar 24 ribu hingga 25 ribu ton, yang akan kita salurkan hingga Desember. Apalagi di Kalimantan Selatan ada sekitar 10 gudang penyimpanan, dengan rata-rata kapasitas mencapai 3.000 ton per gudang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Bulog terus berkomitmen menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di wilayah Kalimantan Selatan, sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kunjungan Komite II DPD RI ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan pelaksanaan kebijakan pangan nasional berjalan efektif dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di daerah. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







