WARTABANJAR.COM, BATULICIN - Upaya pemulihan mental pascabencana di Tanah Bumbu memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui BPBD Tanbu resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemulihan Psikososial Pascabencana pada Jumat (7/11/2025), sebuah langkah strategis untuk menguatkan barisan relawan dan aparatur dalam memberikan layanan trauma healing yang profesional dan berkelanjutan.

Mengangkat tema “Pulih Bersama Meningkatkan Diri dan Komunitas Dalam Trauma Healing,” rangkaian kegiatan berlangsung di ruang rapat Pusdalops BPBD Tanah Bumbu, Batulicin. Atmosfer penuh antusiasme mewarnai sesi pembukaan, menandai niat kuat Pemkab Tanbu membekali setiap peserta dengan kemampuan pemulihan psikososial yang terstruktur dan efektif.

Kepala Pelaksana BPBD, H. Sulhadi, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tanbu, Muhammad Faisal, menegaskan pentingnya kegiatan ini. Menurutnya, bencana bukan hanya soal kerusakan fisik—dampak mental yang dialami korban membutuhkan perhatian sungguh-sungguh dari tenaga yang kompeten.

“Bimtek ini dirancang khusus bagi aparatur BPBD, relawan, dan tenaga pendamping masyarakat. Kami ingin memastikan semua peserta memiliki kemampuan profesional, terkoordinasi, dan berkesinambungan dalam memberikan dukungan psikososial,” tegas Faisal.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 07 hingga 09 November 2025, diikuti oleh 70 peserta. Fokus utamanya adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kepekaan Satgas Penanggulangan Bencana dalam menangani dampak psikologis pascabencana.

“Dengan skill yang diperkuat, bantuan trauma healing dapat diberikan secara menyeluruh—bukan hanya bagi masyarakat terdampak, tetapi juga sesama relawan dan stakeholder yang kerap menghadapi tekanan besar di lapangan,” tambahnya.

Bimtek ini menghadirkan tiga Widyaiswara andal dari Badan Pengembangan SDM Daerah Provinsi Kalimantan Selatan: Humam Arifin, Ahmad Riyadi, dan Normalina. Ketiganya membawakan materi mendalam yang menyoroti teknik intervensi krisis, komunikasi empatik, hingga strategi pemulihan komunitas.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Tanah Bumbu berkomitmen penuh dalam membangun ketangguhan mental masyarakat, memastikan setiap langkah pemulihan pascabencana tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pada kekuatan jiwa yang menjadi fondasi bangkitnya sebuah komunitas.(Rilis/Rel)

editor: nur muhammad