Romli menegaskan sindikat lintas batas kini semakin agresif mengeksploitasi para migran. Mereka mematok biaya hingga US$3.500 per orang hanya untuk masuk ke Malaysia.

Tragedi seperti ini bukan yang pertama. Pada Desember 2021, perairan Malaysia mencatat salah satu bulan paling kelam dengan lebih dari 20 migran tenggelam dalam beberapa insiden.

Tragedi terbaru ini semakin menegaskan sisi kelam perdagangan manusia di Asia Tenggara—dan betapa rentannya para migran dalam perjalanan penuh risiko.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)

editor: nur muhammad