WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Momen luar biasa terjadi di Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Minggu (9/11/2025). Sebanyak 129 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) resmi memulai perjalanan baru lewat Program Pendidikan Kesetaraan yang digelar di Aula Lapas. Suasana penuh motivasi menyelimuti pembukaan acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalsel, Mulyadi.

Dari jumlah tersebut, 45 WBP mengikuti Paket A, 43 WBP Paket B, dan 41 WBP Paket C. Program ini merupakan kerja sama antara Lapas Kelas IIA Banjarmasin dengan PKBM Azzahra. Hadir pula Kalapas Akhmad Herriansyah beserta jajaran pejabat struktural serta para peserta didik.

Sebagai simbol dimulainya proses belajar, Kakanwil Ditjenpas Kalsel Mulyadi, Kalapas Akhmad Herriansyah, dan Kepala PKBM Azzahra Rachmi Utari, S.Pd., mengalungkan ID card dan menyerahkan alat tulis kepada perwakilan peserta didik. Momen itu menjadi simbol harapan baru bagi para WBP.

Dalam sambutannya, Mulyadi menegaskan bahwa pendidikan di dalam Lapas adalah bagian penting dari pembinaan karakter.

“Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tapi tentang menanamkan tanggung jawab, disiplin, dan kepercayaan diri. Itulah bekal berharga untuk kembali menjadi bagian positif di masyarakat,” tegasnya.

Kalapas Akhmad Herriansyah pun menguatkan bahwa program ini merupakan langkah nyata memperhatikan masa depan warga binaan.

“Ada WBP yang bahkan belum lulus sekolah dasar. Inilah kesempatan mereka untuk memperbaiki hidup, memiliki pendidikan yang layak, dan membuka peluang masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PKBM Azzahra, Rachmi Utari, S.Pd., mengungkapkan kebanganannya dapat berkolaborasi dalam mencetak perubahan.

“Setiap manusia berhak mendapat kesempatan untuk berubah. Pendidikan adalah pintu terbaik bagi WBP untuk membangun ulang masa depan,” jelasnya dengan semangat.

Ia menambahkan bahwa meski berada di balik dinding pembatas, semangat belajar para peserta justru menyala semakin terang—membuktikan bahwa pendidikan tidak pernah mengenal batas ruang dan waktu.(Wartabanjar.com/Frans)

editor: nur muhammad