Ditambahkan oleh Abdul Halim, karena adanya isu konten video tersebut sangatlah merugikan pihak RM Roda Baru.
“Adanya fitnah tersebut berdampak pada omzet rumah makan, bahkan sampai 75 persen menurun,” jelasnya.
Seperti diketahui, akhir Oktober 2025 lalu jagat maya di Banjarmasin dihebohkan dengan potongan video adanya tikus di dalam sebuah bungkusan nasi padang.
Namun dalam bungkusan yang dibuka oleh seseorang tersebut, juga berlogo RM Roda Baru yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Banjarmasin.
Pihak RM Roda Baru pun pada saat itu langsung memberikan klarifikasi bahwa video tersebut lebih mengarah ke fitnah dan mencemarkan nama baik rumah makan yang khusus menjual masakan khas Padang ini.(Wartabanjar.com/Frans)
Editor Restu







