Ditresnarkoba Polda Kalsel Gagalkan 44,5 Kg Sabu Jaringan Fredy Pratama, 3 Kurir Lintas Provinsi Ditangkap!
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan kembali menorehkan prestasi besar dengan menggagalkan peredaran 44,5 kilogram sabu dan 24.928 butir ekstasi yang diduga terkait jaringan internasional Fredy Pratama.
Pengungkapan dilakukan melalui dua operasi berbeda, yakni pada Kamis (30/10/2025) dan Sabtu (1/11/2025), di dua lokasi terpisah di Barito Kuala dan Banjarmasin.
Tiga tersangka berhasil diamankan, masing-masing berinisial SB, WC, dan ED, yang diduga merupakan kurir lintas provinsi asal Lampung, Bojonegoro, dan Pekanbaru.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, menjelaskan pengungkapan pertama dilakukan di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, di mana dua pelaku (SB dan WC) ditangkap.
“Dari tangan keduanya kami menyita 27 kilogram sabu, 24.928 butir ekstasi, uang tunai Rp18,1 juta, satu unit mobil, serta dokumen dan ponsel,” ungkapnya.
Sementara pengungkapan kedua dilakukan di Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin, dengan tersangka ED yang kedapatan membawa 17,4 kilogram sabu, uang tunai Rp3 juta, serta dokumen perjalanan yang menguatkan dugaan keterlibatan jaringan besar.
Menurut Kombes Baktiar, total keseluruhan barang bukti mencapai 44,5 kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi, menjadikannya salah satu pengungkapan terbesar tahun ini di Kalimantan Selatan.
“Modus operandi mereka yakni menyembunyikan sabu dan ekstasi dalam kemasan berwarna emas bergambar ikan koi, lalu dikemas lagi ke dalam koper dan ransel hitam,” jelasnya.
Para pelaku kini mendekam di tahanan Polda Kalsel dan dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Kombes Baktiar menegaskan, pihaknya akan terus memburu jaringan besar yang terafiliasi dengan Fredy Pratama, sang buronan internasional yang dikenal sebagai “raja sabu Asia Tenggara”.
“Kami tidak akan berhenti sampai ke akar. Jaringan ini harus diputus total,” tegasnya.(Wartabanjar.com/Frans)
editor: nur muhammad