Sementara itu, Parlemen Israel (Knesset) telah mengeluarkan undang-undang baru wajib militer IDF yang menghapus pengecualian bagi semua kelompok, termasuk komunitas Ultra-Ortodoks yang selama puluhan tahun terbebas dari kewajiban tersebut.
Langkah ini memicu gelombang kemarahan di kalangan religius, yang merasa bahwa kebijakan tersebut mengancam tradisi dan cara hidup mereka.
Protes kali ini menjadi salah satu demonstrasi terbesar komunitas Haredim dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan betapa dalamnya ketegangan antara kelompok religius dan pemerintah sekuler Israel.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad






