WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Akhir-akhir ini banyak pengendara motor di Banjarmasin mengeluhkan mesin motornya brebet setelah mengisi bahan bakar diduga berjenis Pertalite.
Lantas, apa benar penyebabnya berasal dari bensin tersebut?
Salah satu tukang bengkel di kawasan Kuin Selatan, Eko Muhammad Nazri, mengungkapkan bahwa kasus motor brebet memang banyak terjadi belakangan ini.
Namun, menurutnya, hal itu bukan sepenuhnya karena kualitas bahan bakar, melainkan kemungkinan dari pewarna yang terlalu banyak dalam campuran BBM tersebut.
“Kalau dari kenyataannya memang ada, mungkin karena terlalu banyak warnanya. Pewarna itu bisa memengaruhi karburator jadi cepat kotor dan tersumbat,” ujar Eko saat ditemui di bengkelnya.
Ia menjelaskan, endapan pewarna pada bensin dapat menghambat sirkulasi bahan bakar di sistem injeksi maupun karburator sehingga motor terasa tersendat atau brebet saat digunakan.
“Kalau minyaknya bagus sih tidak masalah, tetapi kalau kebanyakan pewarna bisa bikin endapan. Itu yang bikin sirkulasi bahan bakar terganggu,” tambahnya.
Selain faktor bahan bakar, Eko juga menyebut kurangnya perawatan rutin menjadi penyebab utama motor brebet.
BACA JUGA: Warga Gatot Subroto Heboh Temukan Pipa PDAM Bocor, Ditengarai Dipotong Maling Meteran Air
Ia menyarankan pemilik kendaraan melakukan servis berkala agar kotoran tidak menumpuk.
“Servisnya jangan terlalu lama, kalau bisa tiga bulan sekali. Dulu bisa enam sampai sembilan bulan masih aman, sekarang tiga bulan saja sudah banyak kotoran,” katanya.

