Selain faktor bahan bakar, Eko juga menyebut kurangnya perawatan rutin menjadi penyebab utama motor brebet.
BACA JUGA: Warga Gatot Subroto Heboh Temukan Pipa PDAM Bocor, Ditengarai Dipotong Maling Meteran Air
Ia menyarankan pemilik kendaraan melakukan servis berkala agar kotoran tidak menumpuk.
“Servisnya jangan terlalu lama, kalau bisa tiga bulan sekali. Dulu bisa enam sampai sembilan bulan masih aman, sekarang tiga bulan saja sudah banyak kotoran,” katanya.
Eko menambahkan, selain dari pewarna Pertalite, kemungkinan air yang masuk ke tangki bensin juga bisa menyebabkan motor brebet.
“Kadang dari pom bensin itu kan kata orang bersih, tapi bisa juga ada masuk air dari tangki. Itu juga bikin mesin tidak stabil,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Ramadan)
Editor: Yayu







