Bank Kalsel menegaskan, total rekening yang terdampak mencapai 13 fasilitas dengan nilai saldo sekitar Rp 4,746 triliun.
Seluruh dana tersebut tetap tersimpan dan tercatat aman dalam sistem perbankan internal Bank Kalsel.
“Tidak ada manipulasi, tidak ada penyelewengan. Ini murni kesalahan teknis dalam pelaporan, bukan fakta saldo,” tegasnya lagi.
Sebagai bentuk tanggung jawab profesional, Bank Kalsel langsung melakukan klarifikasi dan koreksi data kepada Bank Indonesia (BI) selaku regulator utama sektor perbankan nasional.
Langkah cepat ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman publik dan memastikan laporan resmi sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Kabar heboh dana mengendap Rp 5,1 triliun ternyata hanya kesalahan input teknis, bukan indikasi penyelewengan.
Bank Kalsel menegaskan uang pemerintah daerah tetap aman, terpantau, dan tidak pernah berpindah tangan.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad







