Angkutan Massal Terintegrasi Bakal Ada di Kawasan Banua Anam
Menurut Fitri, pembangunan sistem transportasi massal terintegrasi ini tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik infrastruktur, tetapi juga tentang pembangunan ekosistem mobilitas yang efisien, inklusif, dan ramah lingkungan.
“Kita ingin menciptakan sistem transportasi yang bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga membuka akses ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ini langkah penting menuju Kalimantan Selatan yang lebih maju dan berdaya saing,” tuturnya.
Dengan rampungnya kajian pada 2026, Pemprov Kalsel berharap pembangunan transportasi massal terintegrasi ini dapat menjadi tonggak baru pemerataan pembangunan dan transformasi ekonomi daerah, terutama di wilayah yang memiliki potensi besar namun masih memerlukan peningkatan aksesibilitas. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu