WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Fenomena anak-anak yang menyalahgunakan lem fox di Kota Banjarmasin kian mengkhawatirkan.

Parahnya, perilaku berbahaya ini kini banyak dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengungkapkan bahwa pihaknya pernah menangani kasus anak usia Sekolah Dasar (SD) yang sudah kecanduan menghirup lem fox.

Baca Juga BREAKING NEWS – Tabrakan Maut di Kapuas! Pikap Vs Truk Tangki PT Marlin Jaya Makmur, Sopir & Penumpang Luka Parah

“Ada anak yang masih SD, sudah kecanduan lem fox dan sudah kami lakukan pembinaan,” ujar Ramadhan, Sabtu (25/10/2025).

Menurutnya, perilaku ini sering kali dipicu oleh faktor lingkungan, ekonomi, dan sosial, terutama pada anak-anak yang kurang mendapatkan pengawasan dari orang tua.

“Kebanyakan anak jalanan, anak putus sekolah, atau anak dari keluarga broken home,” jelasnya.

DP3A, kata Ramadhan, terus berupaya melakukan langkah preventif dan promotif melalui berbagai media, termasuk media sosial.

Namun, ia mengakui jangkauan pihaknya masih terbatas, terutama di kawasan padat seperti pasar dan daerah pinggiran kota.

“Kami terus terang tidak bisa menjangkau seluruh wilayah hingga ke pelosok atau dalam pasar. Karena itu, kami bekerja sama dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinsos untuk memberikan edukasi langsung,” tuturnya.

Jika ada anak yang diamankan, biasanya akan dibawa ke rumah singgah untuk mendapatkan pembinaan dan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Biasanya kami arahkan ke rumah singgah. Di sana mereka diberi pemahaman bahwa apa yang dilakukan itu berbahaya. Tapi pada akhirnya, semua kembali pada kesadaran masing-masing,” ujarnya.

Ramadhan menegaskan, peran orang tua dan masyarakat sangat penting untuk memutus rantai perilaku berisiko ini.

Pemerintah Kota Banjarmasin, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap orang tua bisa lebih peduli dan aktif mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai anak mencari pelarian di jalan dan terjerumus ke hal-hal berbahaya seperti ini,” imbaunya.