Puluhan Siswa SMPN 33 Banjarmasin Diduga Keracunan MBG! Wakil Ketua DPRD Ingin Pemko Lakukan Evaluasi
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi (MBG) yang menimpa puluhan pelajar SMPN 33 Banjarmasin langsung menyedot perhatian publik. Tak tanggung-tanggung, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini, turun langsung meninjau kondisi siswa yang dirawat di Puskesmas Basirih, Rabu (22/10/2025).
Meski dugaan keracunan MBG itu dibantah pihak sekolah karena saat 40 pelajar mengalami gejala mual, pusing, dan sakit perut mereka belum menyantuh menu Program MBG.
“Ini kejadian yang tidak bisa diprediksi. Tapi kami apresiasi pihak puskesmas yang cepat tanggap menangani para siswa,” ujar Isnaini usai meninjau para korban.
Isnaini menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyedia makanan bergizi di sekolah-sekolah. Ia khawatir jika tidak segera ditindak, kasus ini mengancam keselamatan siswa lainnya.
“Saya minta Pemko segera melakukan evaluasi dan pengawasan langsung terhadap penyedia makanan bergizi. Jangan sampai program baik seperti ini malah mencelakai anak-anak kita,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengambil sejumlah sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut. Sampel kini dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Banjarmasin Barat membenarkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan sumber pasti keracunan.
“Kita masih menunggu hasil uji lab untuk memastikan apakah benar berasal dari makanan MBG,” ungkap salah satu petugas penyidik.
Kepsek Membantah karena MBG
Sementara itu, Kepala Sekolah, Hj. Sumiyati, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan makanan dari program MBG yang dibagikan sehari sebelumnya.
“Kita luruskan ya, anak-anak tidak keracunan MBG. Tidak ada satupun yang keracunan karena makanan dari sekolah,” tegas Sumiyati kepada WartaBanjar.com, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, sejumlah siswa memang sempat mengalami gejala diare dan sakit perut secara bersamaan, namun penyebabnya diduga kuat berasal dari makanan luar sekolah.
“Ini murni kebetulan. Ada yang jajan di luar, ada yang makan nasi goreng, bukan dari makanan MBG. Jadi jangan langsung menyimpulkan,” jelasnya.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad