Demam Emas Guncang Asia! Harga Naik Gila-Gilaan, Ekonom Bongkar Potensi Untung-Rugi Besar Indonesia!
Selain itu, lonjakan harga emas biasanya diiringi oleh pelemahan nilai tukar Rupiah.
“Sepanjang 2025, Rupiah hanya melemah 2,67 persen terhadap dolar AS. Tapi indeks dolar sendiri melemah 9,05 persen terhadap enam mata uang utama dunia. Artinya, Rupiah sebenarnya melemah sekitar 14,1 persen terhadap enam mata uang itu,” ungkapnya.
Mengapa Rupiah Melemah Padahal Indonesia Eksportir Emas?
Banyak masyarakat heran mengapa Rupiah justru melemah saat harga emas naik, padahal Indonesia termasuk eksportir emas dunia. Wijayanto menjelaskan bahwa kontribusi ekspor emas terhadap neraca perdagangan Indonesia terlalu kecil untuk mengimbangi arus keluar modal (capital outflow).
“Nilai ekspor emas kita tidak cukup besar untuk menahan tekanan dari keluarnya modal asing. Jadi meski harga emas tinggi, dampaknya ke Rupiah tidak signifikan,” tegasnya.
Kenaikan harga emas memang memberi peluang ekonomi, terutama bagi sektor pertambangan dan ekspor. Namun, jika euforia emas berubah jadi perilaku konsumtif dan spekulatif, hal ini justru bisa memperlambat ekonomi domestik dan menekan stabilitas Rupiah.
Wijayanto Samirin menekankan pentingnya keseimbangan:
“Jangan sampai masyarakat hanya mengejar emas, tapi lupa berinvestasi di sektor produktif. SDM dan inovasi tetap harus jadi fokus utama pembangunan.”(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad