“Kami belum bisa menyatakan ini keracunan. Perlu pemeriksaan lebih lanjut, dan kami sudah mengambil beberapa sampel makanan MBG untuk diuji,” ujarnya kepada WartaBanjar.com.
Menurut Sismiyanti, puskesmas kini fokus memberikan perawatan dan observasi medis bagi para siswa yang dilarikan.
“Ada beberapa yang sempat diare berulang, tapi setelah observasi sekitar 30 menit, kondisinya mulai membaik. Alhamdulillah, sebagian besar sudah bisa pulang, bahkan ada yang kembali bersekolah,” jelasnya.
Dari data sementara, sekitar 40 siswa sempat mendapatkan penanganan medis di puskesmas. Semua siswa kini dalam pengawasan tim kesehatan dan pihak sekolah untuk memastikan kondisi mereka benar-benar pulih.
Kasus ini menjadi perhatian serius pihak sekolah dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, yang tengah menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah makanan MBG menjadi penyebab gejala massal tersebut. (Wartabanjar.com/Iqnatius)
editor: nur muhammad







