TERUNGKAP FAKTA BARU! Puluhan Siswa SMPN 33 Banjarmasin yang Diduga Keracunan, Ternyata Belum Meyentuh Menu MBG!
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Fakta baru mencuat dari dugaan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMPN 33 Banjarmasin, Selasa (21/10/2025). Ternyata, para siswa yang mengalami gejala sakit perut, mual, dan buang air besar berulang belum sempat menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada hari kejadian.
Informasi ini sekaligus mementahkan dugaan awal bahwa program MBG menjadi penyebab utama keluhan massal yang terjadi di sekolah tersebut.
Salah satu siswa kelas 8F, Bahroini, mengaku gejala yang dialaminya justru muncul sebelum MBG dibagikan.
“Rasanya sih enak aja, kaya biasa. Cuma pas malam tadi perut saya tiba-tiba sakit dan sering berak-berak serta mual,” ujarnya.
Menurutnya, pada hari kejadian pihak sekolah memang tidak membagikan menu MBG, lantaran sedang dilakukan pengecekan terhadap kasus dugaan keracunan tersebut.
“Hari ini nggak ada MBG karena isu ini kan. Teman-teman saya juga ada yang kena,” tambahnya.
Meski sempat mengalami gejala tidak nyaman, Bahroini tetap menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program MBG.
“Masih tetap lanjut sih,” ucapnya singkat.
Hal serupa disampaikan Farhan Andrean, siswa di kelas yang sama. Ia menyebut beberapa teman sekelasnya sempat mengalami keluhan serupa.
“Ada beberapa yang sakit perut termasuk teman saya ini. Kalau saya sih aman-aman aja,” katanya.
Dari keterangan para siswa, menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelum kejadian terdiri dari sayur wortel jagung, tahu, kentang, nasi, anggur, dan ayam asam manis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah bersama instansi terkait masih menelusuri penyebab pasti kejadian tersebut. Pemeriksaan sampel makanan MBG juga tengah dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk memastikan keamanan konsumsi bagi para siswa.
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah dan menjaga stamina belajar. Meski diterpa isu, para siswa berharap program ini tetap berlanjut dengan pengawasan ketat.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad