WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Pemandangan luar biasa tersaji di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Presiden Prabowo Subianto berdiri tegak di hadapan tumpukan uang yang menjulang bak “gunung emas” — total Rp13,2 triliun — hasil pengembalian kerugian negara dari kasus korupsi ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya.

Suasana ruangan mendadak hening saat Prabowo menatap barisan uang tunai yang dikembalikan oleh korporasi besar hasil penyitaan Kejaksaan Agung. Dalam momen bersejarah itu, ia tampak mendengarkan penjelasan langsung dari Jaksa Agung ST Burhanuddin mengenai kronologi pemulihan kerugian negara tersebut.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Badan Komunikasi RI Angga Raka Prabowo.

BACA JUGA:Truk Box Hilang Kendali di Lampu Merah Kota Paringin, Seorang Wanita Lari Terbirit-birit

Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan, uang pengganti kerugian negara tersebut diserahkan secara simbolik langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk nyata keberhasilan penegakan hukum terhadap korupsi yang merugikan keuangan negara.

Direktur Penuntutan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Sutikno, mengungkapkan bahwa dana senilai Rp13.255.244.538.149 itu merupakan hasil pengembalian dari lima anak perusahaan Wilmar Group, yakni:

PT Multimas Nabati Asahan

PT Multi Nabati Sulawesi

PT Sinar Alam Permai

PT Wilmar Bioenergi Indonesia

PT Wilmar Nabati Indonesia

“Dana tersebut merupakan hasil pengembalian kerugian keuangan negara atas fasilitas ekspor CPO periode 2021–2022,” ujar Sutikno.

Penyerahan uang sebesar itu menjadi momen bersejarah dalam upaya pemulihan keuangan negara. Tak hanya simbol hukum, tetapi juga sinyal kuat komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk menindak tegas para pelaku korupsi besar di tanah air.

“Negara harus hadir dan tegas terhadap kejahatan yang merugikan rakyat,” tegas Prabowo dalam pidato singkatnya di hadapan para pejabat dan jaksa.