Bahkan diduga kerjasama dilakukan tidak sesuai prosedur dan terjadi penyelewengan, hingga akhirnya muncul kerugian negara lebih dari Rp 1 Miliar.
Atas perbuatannya, JPU pun mendakwa Anang Syakhfiani dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, subsider Pasal 3 jo Pasal 18 jo Pasal 55 KUHP.(Wartabanjar.com/Frans)
Editor Restu

