“Mudah-mudahan Ibu Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, berkenan memberikan kuota maksimal hingga 20 orang,” harap Haji Fani.

Ia juga menegaskan bahwa Tabalong memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil minyak bumi sejak masa penjajahan Belanda. Meski produksi saat ini menurun, potensi sumber daya migas Tabalong masih besar dan bisa dimaksimalkan kembali dengan dukungan SDM unggul.

“Dengan adanya kerja sama ini, kita tidak hanya menyiapkan tenaga kerja terampil, tapi juga membangun masa depan energi Kabupaten Tabalong agar tetap menjadi bagian penting dari peta migas nasional,” tegasnya.(wartabanjar.com/HRD)

editor: nur muhammad