Cerita Sedih Prabowo Saat Depak Keponakan dari Proyek Pertahanan: “Empat Bulan Saya Tidak Disapa, Tapi Itu Harus!”
WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dengan menceritakan pengalaman pribadi yang jarang terungkap. Dalam forum Forbes Global CEO Conference 2025 di Singapura, Rabu (15/10/2025).
Prabowo mengaku pernah menyingkirkan anggota keluarganya sendiri dari proyek pertahanan nasional demi menjaga integritas dan profesionalisme di lingkup pemerintah.
“Seorang pemimpin harus memberi contoh. Kalau mau memberantas korupsi, jangan cuma bicara. Lakukan,” ucap Prabowo di hadapan Chairman & Editor in Chief Forbes, Steve Forbes.
Depak Keponakan Demi Integritas
Prabowo mengisahkan bahwa ketika pertama kali menjabat sebagai Menteri Pertahanan, ia memanggil sejumlah sanak keluarganya—terutama keponakan-keponakan yang aktif di dunia bisnis—untuk memberi peringatan keras agar tidak mencoba-coba terlibat dalam kontrak pertahanan.
BACA JUGA: Gempa Dahsyat M 6,2 Guncang Melonguane Sulut, Getaran Terasa hingga Wilayah Laut Dalam!
“Suatu hari, salah satu keponakan saya datang membawa proyek yang berkaitan dengan pertahanan. Saya bilang, ‘Kamu tidak paham pertahanan. Kamu cari bisnis lain saja,’” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, tidak ada kompromi dalam urusan etika, bahkan dengan keluarga sendiri.
Dalam kesempatan lain, Prabowo mengungkap dirinya pernah menemukan nama-nama keluarganya tercantum dalam daftar peserta proyek pertahanan yang dilaporkan bawahannya.
“Saya tulis nama-nama keluarga saya di daftar itu, dan saya pastikan mereka tidak lolos,” ungkapnya tanpa ragu.
Langkah itu sempat berdampak pada hubungan pribadinya.
“Saya kesulitan bertemu keponakan-keponakan saya selama empat bulan setelah itu. Tapi ya, Anda harus memberi contoh. Itu tidak mudah, tetapi Anda harus melakukannya,” tuturnya tegas.
Prabowo menilai bahwa korupsi di Indonesia sudah seperti penyakit kronis yang hanya bisa disembuhkan jika pemimpinnya berani memotong rantai praktik KKN dari lingkaran terdekatnya sendiri.
“Kalau pemimpinnya tidak bersih, bagaimana bawahannya bisa bersih? Ini soal moral dan ketegasan,” ujarnya.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad