Rahasia Makanan Tetap Segar di Dapur SPPG Panggung Pelaihari, Sistem Memasak Berkeloter
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Dapur SPPG Panggung Pelaihari yang dikelola oleh Yayasan Nanam Jariyah Indonesia (Mazaya Catering) Milik Suhendarti selalu menjaga kesegaran makanan.
Strategi kunci untuk menjaga kesegaran makanan adalah dengan sistem memasak bergelombang (kloter), bukan serentak dalam jumlah besar.
Kepala SPPG, Muslimin Al Maarif menjelaskan jadwal memasak sangat dinamis, disesuaikan dengan menu dan permintaan sekolah.
Baca Juga Link Tiket Laga Barito Putera vs Persela Sudah Bisa Dibeli!
"Kita masaknya itu berkeloter, supaya makanan itu tetap terjaga, tetap dalam kondisi yang baik dikonsumsi, jadi sampai ke tangan anak-anak itu masih dalam keadaan fresh,” jelas Muslimin.
"Kalau menunya simpel contohnya telur, kita mulai masak biasanya jam 2 atau jam 3. Tapi kalau ayam, ini kan agak lama, di jam 1 start-nya. Karena ada permintaan kadang jam 7 sudah minta dikirim, seperti di SDN 2 Panggung."
Tahap akhir di dapur adalah pemorsian, yang menjadi gerbang quality control terakhir. Tim finishing bertugas memastikan warna, tekstur, dan aroma masakan sesuai standar sebelum dikemas.
“Di samping juga dikontrol sama ahli gizi, sama juga Aslab ikut serta membantu dalam proses packing dan juga pengaturan pendistribusian,” katanya.
Dapur MBG Panggung Pelaihari saat ini melayani total 3.181 penerima manfaat. Namun, jumlah porsi harian bersifat fluktuatif. “Paling banyak kemarin pas full itu 3.191 porsi. Paling sedikit pernah di angka 1.946 porsi karena ada banyak sekolah yang libur karena ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer),” rincinya.
Untuk penanganan siswa dengan kebutuhan khusus, pihak dapur telah proaktif. “Kita kasih form alergen ke sekolah. Makanannya kita bedakan sesuai jenis alerginya, kebanyakan alergi lauk ya,” ungkap Muslimin.
Sementara itu, untuk alur komunikasi dan penanganan keluhan, setiap sekolah memiliki perwakilan yang terhubung langsung dengan Aslab. “Aslap ini 24 jam, Pak. Jadi nanti sekolah menyampaikan ke Aslap, baru Aslap menyampaikan ke saya. Jadi informasinya tidak liar,” tuturnya.