Coco Gauff Juara Wuhan Open 2025, Tundukkan Pegula dalam Duel Sesama Amerika

Cuaca yang lebih sejuk di Wuhan turut memengaruhi jalannya laga. Bola yang melambat membuat pertahanan Gauff semakin sulit ditembus, sementara Pegula justru kehilangan momentum serangannya.

Statistik Impresif
Selama turnamen, Gauff hanya kehilangan 25 gim, catatan terbaik seorang juara Wuhan Open sejak turnamen itu pertama kali digelar pada 2014.
Pegula sendiri tampil tangguh dengan empat pertandingan tiga set menuju final, termasuk kemenangan atas Aryna Sabalenka di semifinal. Namun, variasi serangan Gauff di partai puncak terlalu sulit untuk diimbangi.

Menuju WTA Finals Riyadh
Baik Gauff maupun Pegula kini bersiap menuju WTA Finals 2025 di Riyadh, Arab Saudi, mulai 1 November mendatang.
Gauff datang sebagai juara bertahan, sementara Pegula bertekad bangkit setelah tahun lalu terpaksa mundur dari babak penyisihan grup akibat cedera.

Kemenangan di Wuhan ini semakin mempertegas posisi Gauff sebagai salah satu kekuatan baru di tenis putri dunia, sekaligus menjadi peringatan bagi para rivalnya menjelang turnamen penutup musim tersebut. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar