WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Proyek perbaikan jalan titian di kawasan Kampung Hijau, Sungai Bilu, Kota Banjarmasin, kini hampir rampung. Namun di tengah progres positif itu, muncul keluhan dari sejumlah warga yang merasa kesulitan akibat ketinggian jalan baru yang dinilai tidak sesuai dengan akses rumah mereka.

Jalan titian yang sempat roboh beberapa bulan lalu kini telah tersambung kembali. Saat ini, pekerjaan memasuki tahap akhir pengecoran di bagian sambungan jalan beton. Meski begitu, beberapa warga mengaku kesulitan naik-turun karena permukaan jalan baru lebih tinggi dari sebelumnya.

“Jalannya sekarang tinggi sekali, kami harus bikin tangga tambahan buat bisa naik ke rumah,” ujar salah satu warga Kampung Hijau dengan nada heran.

BACA JUGA: Kabel Putus di Jalan Mantuil Banjarmasin! Warga Resah, Minta Petugas Segera Bertindak!

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menjelaskan bahwa perbedaan ketinggian jalan bukan tanpa alasan. Pihaknya menyesuaikan desain konstruksi dengan kondisi alam yang berubah, khususnya kenaikan permukaan air pasang Sungai Martapura.

“Semakin tahun, permukaan air pasang makin tinggi. Karena itu, konstruksi jalan titian baru dibuat lebih tinggi agar tahan terhadap genangan,” jelas Suri, Rabu (8/10/2025).

Ia menambahkan, proyek ini ditangani oleh UPT Jalan dan Jembatan dengan pertimbangan keamanan, ketahanan, serta fungsionalitas jangka panjang.

“Ada warga yang minta dinaikkan, ada juga yang minta diturunkan. Tapi secara teknis, kami harus sesuaikan dengan kondisi lapangan. Yang penting jalan aman dan tidak merepotkan warga,” tambahnya.

Ke depan, Suri menyebut warga akan menyesuaikan sendiri akses ke rumah masing-masing setelah proyek rampung sepenuhnya.

“Kami berusaha membangun tanpa mengganggu aktivitas warga, tapi tetap memperhatikan aspek teknis dan kondisi alam. Tujuannya agar jalan titian ini tidak cepat rusak lagi,” pungkasnya.

Dengan peninggian jalan titian ini, Pemko Banjarmasin berharap akses warga Kampung Hijau lebih aman dan tahan terhadap banjir pasang yang kerap melanda kawasan bantaran sungai.(Wartabanjar.com/Ramadan)

editor: nur muhammad