WARTABANJAR.COM, KAMBOJA — Suasana mencekam melanda kawasan China Town, Sihanoukville, Kamboja, pada Sabtu (4/10/2025) malam, ketika ratusan pekerja asing dari berbagai negara mengamuk dan menghancurkan markas judi daring serta pusat penipuan telepon tempat mereka bekerja.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat kantor megah milik warga negara Tiongkok berubah menjadi medan kekacauan. Barang elektronik, meja, kursi, hingga kaca jendela tampak porak-poranda akibat amukan para pekerja.

Menurut laporan sejumlah media lokal, kerusuhan dipicu oleh perlakuan tidak adil terhadap karyawan asal Pakistan dan Bangladesh. Mereka memprotes larangan menjalankan aktivitas keagamaan di dalam gedung, disertai keterlambatan pembayaran gaji yang sudah berlarut-larut.

BACA JUGA:VIRAL! Pria di OKI Tewas Ditembak Teman Sendiri Saat Boncengi Istri, Aksi Sadis Terekam CCTV!

“Pemicu utamanya adalah larangan melakukan ritual keagamaan di tempat kerja oleh pengawas asing, ditambah persoalan gaji yang belum dibayar,” ungkap sumber kepolisian setempat dikutip dari Camboja News.

Kepolisian Kamboja langsung diterjunkan untuk mengendalikan kerusuhan agar tidak meluas ke wilayah lain. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi tersebut dimulai sekitar pukul 22.00 waktu setempat dan baru bisa dikendalikan pada pukul 04.00 dini hari.

Catatan Koreksi & Fakta Tambahan

Laporan awal sempat menyebut keterlibatan pekerja asal Indonesia dan India, namun sumber resmi menyebut kerusuhan terutama melibatkan warga Pakistan dan Bangladesh.

Aksi kekerasan ini terjadi di kompleks perusahaan yang diduga kuat menjadi markas judi daring ilegal dan penipuan telepon lintas negara.

Polisi masih melakukan pendataan terhadap korban luka maupun kerugian akibat kerusuhan tersebut.

Dengan cepatnya penyebaran video di media sosial, kerusuhan Sihanoukville kini menjadi sorotan dunia dan memunculkan kembali isu lama tentang eksploitasi pekerja asing di industri gelap digital Asia Tenggara.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad