“Banyak korban ditemukan di sektor A3 dan A4 karena area itu merupakan lokasi utama mushala,” tambah Bramantyo.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (29/9/2025) pukul 15.00 WIB, ketika para santri tengah menunaikan salat Ashar. Mushala tiga lantai tiba-tiba ambruk dan menimpa para jamaah di dalamnya.
Hingga hari ketujuh pencarian, total sementara:
Korban meninggal: 46 orang
Korban selamat: 104 orang
Tim SAR gabungan bersama ahli bangunan menduga penyebab utama ambruknya mushala adalah kegagalan konstruksi, karena struktur bangunan tidak mampu menahan beban melebihi kapasitas seharusnya.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi lembaga pendidikan dan pesantren di seluruh Indonesia untuk memperhatikan standar keamanan bangunan, terutama fasilitas ibadah dan asrama santri.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad







