Seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku, jalan tersebut tak pernah diperbaiki sejak 2010.
“Cuma pernah dilebarkan, tapi tidak pernah dipadatkan atau diaspal. Padahal jalur ini bisa jadi akses cepat menuju Trikora,” katanya.
Ia juga menyoroti proyek pengaspalan yang terkesan setengah hati, karena tidak menyambung utuh.
“Dari arah TPS di atas bukit sudah diaspal, tapi begitu mendekati kampung bawah, langsung terputus. Jadi kelihatan tanggung,” keluhnya.
Warga menduga kurangnya sosialisasi dan informasi menjadi penyebab utama mandeknya pembangunan. Mereka berharap janji pengerasan jalan yang sempat disampaikan beberapa waktu lalu dapat segera direalisasikan.
“Kalau jalan ini diperbaiki, akses ke pesantren lancar, ekonomi warga juga ikut bergerak. Kami hanya ingin janji itu ditepati,” pungkas warga tersebut.
Kini masyarakat Guntung Pinang hanya bisa berharap agar Pemerintah Kota Banjarbaru maupun pihak terkait segera menindaklanjuti keluhan yang sudah bertahun-tahun menggantung ini.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad







