WARGA GUNTUNG PINANG MENJERIT! Jalan Menuju Pesantren Belum Diaspal Sejak 2010
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU — Warga RT 24 RW 005, Kelurahan Kemuning, Guntung Pinang, masih harus berjibaku dengan akses jalan rusak dan belum diaspal sepenuhnya, meski sudah bertahun-tahun menanti perhatian pemerintah. Kondisi ini makin disesalkan karena jalur tersebut merupakan akses utama menuju pesantren dan menjadi lintasan penting bagi masyarakat sekitar.
Tokoh masyarakat setempat, Guru Mulyadi, mengungkapkan bahwa ruas jalan di kawasan tersebut masih berupa tanah cokelat berlumpur yang sangat mengganggu aktivitas warga.
“Dari arah pesantren ke atas, jalannya belum diaspal. Banyak tamu dari luar daerah bingung mencari rute karena kondisi jalan yang tidak layak. Mereka akhirnya memilih jalur lain yang lebih bagus,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan sangat vital untuk mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan di pesantren sekitar.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Jalan ini bukan sekadar akses umum, tapi juga penunjang kegiatan pendidikan agama masyarakat,” tegasnya.
Selain jalan rusak, minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Guntung Pinang juga menjadi perhatian serius.
“Padahal jalan ini sering dilalui warga, terutama dari arah Guntung Upih. Tapi kalau malam, gelap total dan rawan kecelakaan,” tutur Guru Mulyadi menambahkan.
Seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku, jalan tersebut tak pernah diperbaiki sejak 2010.
“Cuma pernah dilebarkan, tapi tidak pernah dipadatkan atau diaspal. Padahal jalur ini bisa jadi akses cepat menuju Trikora,” katanya.
Ia juga menyoroti proyek pengaspalan yang terkesan setengah hati, karena tidak menyambung utuh.
“Dari arah TPS di atas bukit sudah diaspal, tapi begitu mendekati kampung bawah, langsung terputus. Jadi kelihatan tanggung,” keluhnya.
Warga menduga kurangnya sosialisasi dan informasi menjadi penyebab utama mandeknya pembangunan. Mereka berharap janji pengerasan jalan yang sempat disampaikan beberapa waktu lalu dapat segera direalisasikan.