“Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, dan rumahnya juga dibantu agar layak huni. Jadi ada pendekatan keseluruhan, agar keluarga benar-benar bisa naik kelas dalam waktu tiga sampai lima tahun,” tambahnya.
Sementara itu, program ketiga adalah Bantuan Sosial (Bansos) Tepat Sasaran, yang dalam pelaksanaannya juga harus mengacu pada DTSEN agar lebih efektif dan tidak tumpang tindih.
“Ketiga program ini saling terkait satu sama lain. DTSEN menjadi dasar data, Sekolah penanganan pendidikan dan sosial, sementara Bansos menjadi dukungan nyata di lapangan,” tandasnya.
Gus Ipul menegaskan pentingnya peran pilar-pilar sosial, seperti pendamping PKH, Karang Taruna, dan Pekerja Sosial sebagai ujung tombak eksekusi program di lapangan.
Karena itu, pihaknya akan rutin menggelar pertemuan dan dialog seperti ini untuk memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Kita ingin memastikan bahwa apa yang dirancang Presiden benar-benar sampai ke masyarakat. Evaluasi akan terus kita lakukan setiap tahun agar ada perbaikan berkelanjutan,” tutup Menteri Sosial tersebut. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu













