WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Kondisi SD Negeri Tinggiran Darat di Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala (Batola), saat ini memprihatinkan. Atap sekolah dilaporkan ambruk, membuat sejumlah ruang kelas tidak bisa digunakan.

Kejadian ini jelas mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa, karena sebagian ruang kelas terpaksa dikosongkan. Kerusakan gedung telah menjadi perhatian serius Pemkab Batola, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik), yang berencana segera melakukan perbaikan atau rehabilitasi.

“Insya Allah tahun ini juga diperbaiki. Kemungkinan Oktober sudah mulai perencanaan,” ujar Kasi Sarpras Paud dan Dikmas Disdik Batola, Jarkasi.

Pantauan di lokasi menunjukkan atap kelas IV ambruk total, dengan kayu dan seng berhamburan ke lantai. Kelas III juga mengalami kerusakan plafon dan konstruksi atap, sehingga dua kelas ini tidak bisa digunakan sama sekali. Sedangkan kelas II kondisinya miring dan rawan, tetapi masih digunakan sementara.

Kepala SDN Tinggiran Darat, Salafuddin, menjelaskan bahwa tanda-tanda kerusakan sudah terlihat sejak 2022. Dua ruang kelas telah dikosongkan selama dua tahun terakhir, dan siswa dipindahkan ke ruang lain untuk belajar.

“Sejak 2022 sudah ada tanda-tanda atap mau ambruk. Ruang kelas ini tidak digunakan sekitar 2 tahunan, dan awal Agustus 2025 ambruk,” jelas Salafuddin, Selasa (23/9/2025).

Dengan kondisi ini, proses belajar darurat pun dilakukan di ruang Kepala Sekolah dan perpustakaan. Disdik Batola berharap perbaikan gedung bisa segera terlaksana agar kegiatan belajar siswa kembali normal.(Wartabanjar.com/Frans)

editor: nur muhammad