Simbolis Namun Penting
Pengakuan negara Palestina oleh tiga kekuatan Barat ini dinilai sebagai momen penting bagi perjuangan Palestina.
Meski bersifat simbolis, langkah itu tetap menjadi tamparan diplomatik bagi Israel dan menempatkan Inggris, Australia, dan Kanada dalam posisi berseberangan dengan sekutu utama mereka, Amerika Serikat.
Presiden AS, Donald Trump, usai bertemu Starmer dalam kunjungan kenegaraan pekan lalu, menyebut bahwa “satu dari sedikit perbedaan kami” dengan Inggris adalah soal status kenegaraan Palestina.
Hingga kini, lebih dari 140 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui status kenegaraan Palestina.
Dengan masuknya tiga negara besar Barat ini, peluang bertambahnya dukungan dari negara-negara lain makin terbuka, terutama menjelang Sidang Majelis Umum PBB yang akan dimulai Senin (22/9/2025) waktu setempat di New York. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







