WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Sanggar Ruhui Rahayu menggelar konser tunggal bertajuk Dundang Langgam Banua, Jumat (19/9/2025) malam, menghadirkan musik panting dalam balutan nuansa kekinian.
Konser ini bukan sekadar pertunjukan, tapi juga bentuk pernyataan. Bahwa musik panting masih relevan dan layak mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda.
Pendiri sanggar Ruhui Rahayu, Marwan, mengungkapkan minimnya ruang pertunjukan seni di Banjarbaru menjadi salah satu alasan digelarnya konser ini.
Baginya, konser tunggal ini bukan hanya untuk unjuk karya, melainkan juga bentuk edukasi dan penguatan identitas budaya lokal.
“Di Banjarbaru, kami satu-satunya sanggar yang lolos seleksi Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kalimantan Tengah dan Selatan. Ini menjadi semangat tersendiri bagi kami untuk tampil,” ujarnya saat ditemui awak media.
Tak hanya itu, konser ini juga menampilkan kolaborasi musik panting dengan sentuhan modern, menjadikannya lebih mudah dicerna oleh telinga muda.
“Semoga pendekatan ini bisa menjadi jembatan antara generasi, khususnya generasi muda sekarang,” tambahnya.
Lebih dari 500 lagu telah diciptakan Marwan selama 19 tahun berkarya, meski tanpa studio rekaman. Karyanya kerap dipakai di ajang musik nasional, khususnya dangdut, bahkan beberapa kali menjuarai kompetisi. Namun ia mengaku, bukan penghargaan yang dicari.
“Satu hal yang kami minta, yaitu ruang tampil di wilayah sendiri. Agar musik panting tetap hidup dan dikenal,” tegasnya.







