WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Langkah besar menuju Indonesia Emas 2045 kini dimulai dari Tanah Laut. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panggung Pelaihari meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ribuan pelajar, demi melawan stunting sekaligus mencetak generasi sehat, cerdas, dan produktif.

Program perdana yang berlangsung sejak Senin (15/9/2025) ini langsung disambut antusias oleh 2.398 siswa dari delapan sekolah di wilayah Pelaihari, mulai dari tingkat TK hingga SMK.

Kepala SPPG Panggung Pelaihari, Muslimin Al Maarif, S.H., menegaskan bahwa MBG bukan hanya soal perbaikan gizi, tapi juga motor penggerak ekonomi lokal.

“Program MBG ini adalah langkah nyata mengatasi malnutrisi dan stunting, sekaligus membuka peluang usaha bagi UMKM, petani, nelayan, hingga menciptakan lapangan kerja baru. Tujuannya jelas: membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Muslimin kepada wartabanjar.com, Rabu (17/9/2025).

Dampak Ganda: Gizi Naik, Ekonomi Jalan

Program MBG dikelola melalui dapur umum Yayasan Nanam Jariyah Indonesia (Mazaya Catering) milik Suhendarti, S.Pd., berlokasi di Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari. Dari dapur ini, ribuan menu sehat diproduksi dan didistribusikan ke delapan sekolah penerima manfaat, yaitu:

TK Tunas Harapan

TK Nabila

SDN 2 Panggung

SDN Pabahanan

SDN Pemuda

MIN 3 Tanah Laut

SMPN 3 Pelaihari

SMKN 2 Pelaihari

Dengan target kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, dan balita, program ini bukan hanya mengatasi gizi buruk, tapi juga menghidupkan roda perekonomian daerah.

Muslimin menutup dengan harapan besar agar program ini bisa menjadi role model nasional.

“Harapan saya, program ini berjalan lancar dan berkelanjutan, meningkatkan gizi dan kesehatan, serta membangun generasi emas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Program MBG Pelaihari ini kini jadi sorotan positif dan diharapkan bisa menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain dalam membangun masa depan bangsa melalui perbaikan gizi anak-anak sejak dini.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur muhammad