Bunda PAUD Tala Soroti Dilema Kesejahteraan dan Pilihan Status Kerja Guru PAUD
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi fokus utama.
Bunda PAUD Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, mengambil langkah proaktif dengan memberikan arahan langsung kepada para pendidik PAUD.
Bertempat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan, Senin
(15/09/2025), Hj. Dian hadir untuk menyemangati 32 peserta Diklat Berjenjang Tingkat Mahir.
Dalam sambutannya, Hj. Dian menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada para guru yang telah menunjukkan komitmen luar biasa.
"Alhamdulillah semua kecamatan terwakili. Saya bangga ibu-ibu tetap semangat meningkatkan kompetensi," ujarnya, seraya mengakui tantangan yang dihadapi oleh para peserta dalam mengikuti diklat ini.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti isu-isu krusial yang kerap dihadapi guru PAUD, termasuk masalah kesejahteraan dan dilema terkait status pekerjaan.
Ia mengaku memahami betul bahwa situasi ini dapat menimbulkan kebingungan bagi para pendidik.
"Tidak mudah memilih antara tetap mengajar atau menyesuaikan aturan baru, tetapi yang penting kita harus bijak memilih yang terbaik. Pemerintah daerah pun terus berusaha agar kebijakan lebih berpihak," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar lembaga pendidikan tidak kehilangan tenaga pengajar yang berkualitas.
PAUD adalah Fondasi Pendidikan
Pentingnya PAUD sebagai fondasi pendidikan juga ditekankan oleh Hj. Dian.
Ia berharap melalui diklat ini, para pendidik dapat menjadi pribadi yang inovatif, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
"Kalau fondasi kokoh, insya Allah pendidikan anak kita ke depan juga kuat," tegasnya optimistis.
Suasana pengarahan berlangsung hangat dan interaktif.
Hj. Dian tidak hanya berdiskusi langsung dengan para peserta, tetapi juga membagikan hadiah kuis dadakan yang semakin meningkatkan antusiasme guru-guru yang hadir.
Diklat berjenjang tingkat mahir ini dijadwalkan berlangsung dari 15 hingga 21 September 2025, dengan total 290 jam pelajaran.
Program ini menggabungkan pembelajaran tatap muka di BPMP Kalsel dengan tugas mandiri di satuan pendidikan masing-masing.