Mesin Combine Pangkas Waktu Panen Padi di Tabalong, 1 Hektare Cukup 1-2 Jam
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Petani di Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, merasakan manfaat penggunaan mesin panen padi combine harvester, pada musim panen di tengah musim kemarau.
Penggunaan mesin tersebut membuat proses panen menjadi lebih cepat, dan dinilai dapat menghemat biaya dibandingkan memanen secara manual menggunakan tenaga manusia.
Adi, salah seorang petani asal Desa Masingai II yang areal sawahnya di Desa Bilas, mengatakan dirinya bersyukur dapat menggunakan mesin combine untuk memanen sawahnya.
Menurutnya, penggunaan mesin panen membuat pekerjaan lebih ringan dan menghemat waktu. Selain itu gabah yang dihasilkan mesin sudah dalam kondisi bersih, dan langsung masuk ke dalam karung.
“Dengan combine ini tenaga lebih hemat. Waktunya juga cepat dan gabahnya bersih, tinggal dijemur tanpa harus dibersihkan lagi,” kata Adi.
Ia mengatakan, gabah hasil panen juga sudah langsung dikemas dalam karung, sehingga petani tinggal mengangkutnya ke rumah.
Kondisi tersebut berbeda dengan panen secara manual. Petani harus memotong padi menggunakan sabit, merontokkan gabah, kemudian membersihkannya sebelum dijemur.
Baca Juga: Beli Pertalite Ganjil-Genap Gunakan Plat Palsu Bakal Ditindak
Baca Juga: 418 PPPK Tabalong Dievaluasi untuk Perpanjangan Kontrak, Ada yang Tak Memenuhi Syarat
“Kalau menggunakan tenaga manusia, selain waktunya lebih lama, prosesnya juga masih harus merontokkan dan membersihkan gabah. Biayanya juga lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu, Rinto, operator mesin combine, mengatakan mesin tersebut mampu menyelesaikan panen lahan seluas satu hektare dalam waktu satu hingga dua jam.
Dengan waktu kerja sekitar delapan jam sehari, satu mesin combine dapat digunakan untuk memanen sekitar empat hingga lima hektare lahan dalam sehari, tergantung kondisi lahan.
“Kalau manual, satu hektare bisa sampai sekitar lima hari. Dengan combine, satu hektare sekitar satu sampai dua jam,” kata Rinto.
Ia menjelaskan, biaya penggunaan combine dihitung berdasarkan hasil panen. Untuk satu karung berisi sekitar 60 kilogram gabah, upah yang dikenakan sebesar Rp40.000.