Hebat! SDN 1 Barabai Timur Masuk Kandidat Google Reference School, Dukung Digitalisasi Pendidikan HST
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Dunia pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus bergerak menuju era digital.
SDN 1 Barabai Timur kini resmi menjadi kandidat Google Reference School (KSRG) setelah dinilai berhasil mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital, khususnya melalui platform Google Classroom.
SDN 1 Barabai Timur merupakan sekolah dengan total 15 kelas dan 348 siswa masuk KSRG, dengan hampir seluruh guru telah mengantongi sertifikat Google Certified Educator Level 1.
Kepala SDN 1 Barabai Timur, Endah Dwi Sulistiyani, menyebut sekolahnya bersama SDN 2 Barabai Darat masuk dalam daftar kandidat.
Program digital difokuskan untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan berbagai inovasi pembelajaran.
“Guru-guru membagikan tugas dalam bentuk presentasi, dokumen, maupun media lain melalui Google Classroom. Dengan begitu, pembelajaran terasa lebih hidup dan menarik bagi siswa,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
BACA JUGA: Alasan Pemerintah Tampilkan Video Presiden Prabowo di Bioskop
Meski demikian, keterbatasan perangkat masih menjadi tantangan.
Tidak semua murid memiliki gawai pribadi sehingga pihak sekolah berkolaborasi dengan orang tua yang bersedia meminjamkan gadget maupun laptop untuk asesmen.
“Alhamdulillah, respon orang tua sangat luar biasa. Komite sekolah, pengurus, dan wali murid mendukung penuh program ini,” tambah Endah.
Untuk kelas bawah (1–3), digitalisasi mulai diperkenalkan secara bertahap.
Kelas 3 menggunakan laboratorium komputer secara bergilir, sedangkan kelas 1 dan 2 menerapkan sistem “lilin” dengan satu perangkat untuk 4–5 murid secara berkelompok.
Dari sisi keamanan, sekolah memanfaatkan akun resmi belajar.id pada perangkat Chromebook bantuan Kementerian Pendidikan sehingga akses ke konten negatif otomatis tersaring.
“Kami sudah satu tahun menjadi KSRG. Target kami satu siswa satu perangkat, sehingga pembelajaran lebih berkualitas dan SDN 1 Barabai Timur bisa resmi menjadi Google Reference School,” tegasnya.
Wali kelas 4B, Novi Surya Arsiady, juga merasakan manfaat besar sistem baru ini.
“Alhamdulillah sangat bagus. Anak-anak terbiasa dan tidak kesulitan menggunakan IT. Harapan kami pemerintah dan dinas terus mendukung, terutama dalam fasilitas teknologi,” ucapnya.
Meski demikian, Novi menegaskan metode konvensional tetap dipertahankan.