Menurut penyelidik, inskripsi itu mengindikasikan Robinson erat dengan budaya trolling daring. Satu selongsong sudah ditembakkan, sementara satu lainnya belum.

Saat ini, Robinson masih ditahan, sementara jaksa menyiapkan dakwaan resmi. Publik Amerika menanti dengan tegang: apa motif sesungguhnya di balik aksi brutal ini?

Apakah ini sekadar ekspresi kebencian pribadi, atau ada jejaring lebih besar di balik Robinson? Pertanyaan itu kini menghantui masyarakat AS.(Wartabanjar.com/sumber lainnya)

editor : nur muhammad