“Hm… secara akal dan logika ja nah 😄”
“Umaa… cocok ae semen nang di bawa”
“Pasti gara-gara meumpati Google Maps”
“Kayu be like: mikir kids”
“Kejar target klo nih, KD terpikirkan lg muatan berton²”
Kejadian ini sekaligus membuka pertanyaan besar: siapa yang harus bertanggung jawab atas kerusakan jembatan penghubung tersebut? Apakah sopir yang nekat melintas, atau pemerintah yang belum mengganti jembatan kayu dengan konstruksi yang lebih kokoh?
Hingga kini, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi. Namun, insiden ini menjadi pengingat keras soal kondisi infrastruktur di pedalaman Kalimantan Selatan yang masih sangat bergantung pada jembatan kayu rapuh.
(Wartabanjar.com/kalseltoday/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







