Insiden penjarahan tak hanya menimpa Sri Mulyani, tapi juga beberapa anggota DPR RI, termasuk Ahmad Sahroni. Bedanya, Sri Mulyani mengaku sangat terluka secara batin karena merasa diposisikan sejajar dengan sosok yang kerap dikritik publik.
Kekecewaan ini menambah beban psikologis di tengah tekanan politik yang menghantamnya. Sri Mulyani disebut merasa tidak mendapat perlindungan layak dari negara, meski puluhan tahun mengabdikan diri sebagai pejabat publik.
Kini, publik bertanya-tanya: apakah pencopotan Sri Mulyani adalah bentuk tekanan politik, ataukah sekadar manuver untuk menstabilkan pemerintahan di tengah tuntutan reformasi?
Yang jelas, tragedi ini menunjukkan betapa rapuhnya posisi elit politik ketika badai sosial dan ekonomi melanda.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







