DICOPOT & RUMAH DIJARAH! Sri Mulyani Menangis Karena Merasa Disamakan dengan Sahroni
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Drama politik Indonesia kian panas! Sosok yang dikenal sebagai “Srikandi Keuangan RI”, Sri Mulyani Indrawati, resmi dicopot dari kursi Menteri Keuangan pasca gelombang demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025. Keputusan reshuffle ini langsung memicu spekulasi tajam tentang arah ekonomi dan politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, di balik kabar pencopotan itu, tersimpan cerita pilu. Mantan Menkeu ini rupanya sempat dua kali meminta mundur dari jabatannya, namun ditolak Presiden. Hal itu diungkap langsung oleh tokoh senior Mahfud MD.
Rumah Dijarah, Sri Mulyani Menangis
Mahfud juga mengungkap sisi lain yang mengejutkan: rumah Sri Mulyani ikut dijarah saat kerusuhan pecah.
“Yang saya dengar, Bu Sri bilang, ‘saya gak apa-apa kalau orang menjarah karena butuh. Tapi saya kecewa, pertama karena aparat kurang menjaga. Kedua, saya disamakan dengan Sahroni. Itu gak enak, dia sampai menangis,’” ungkap Mahfud.
Insiden penjarahan tak hanya menimpa Sri Mulyani, tapi juga beberapa anggota DPR RI, termasuk Ahmad Sahroni. Bedanya, Sri Mulyani mengaku sangat terluka secara batin karena merasa diposisikan sejajar dengan sosok yang kerap dikritik publik.
Kekecewaan ini menambah beban psikologis di tengah tekanan politik yang menghantamnya. Sri Mulyani disebut merasa tidak mendapat perlindungan layak dari negara, meski puluhan tahun mengabdikan diri sebagai pejabat publik.
Kini, publik bertanya-tanya: apakah pencopotan Sri Mulyani adalah bentuk tekanan politik, ataukah sekadar manuver untuk menstabilkan pemerintahan di tengah tuntutan reformasi?
Yang jelas, tragedi ini menunjukkan betapa rapuhnya posisi elit politik ketika badai sosial dan ekonomi melanda.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad