Ia menambahkan, status olahraga unggulan otomatis membuat federasi lebih terpantau dalam tata kelola, sehingga standar profesionalisme wajib dijalankan. “Setelah Asian Games 2018 minat masyarakat terus meningkat, dan kini momentum emas Olimpiade membuka mata banyak pihak bahwa panjat tebing punya prospek internasional,” jelasnya.
Ekspektasi kini tertuju pada FPTI untuk memperkuat pembinaan akar rumput agar regenerasi atlet tetap berkelanjutan. Publik menantikan apakah capaian Paris 2024 bisa diterjemahkan menjadi prestasi konsisten di level dunia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







