WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Perombakan Kabinet Merah Putih berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9) sore. Keputusan ini menjadi perhatian karena tidak hanya mengganti lima menteri, tetapi juga menambah satu pos kementerian baru.
Pemerintah menetapkan perubahan besar dengan menggeser posisi di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam), Kementerian Keuangan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga mengumumkan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang akan dipimpin seorang menteri baru.
“Dengan mempertimbangkan berbagai masukan dan evaluasi kinerja, Presiden memutuskan melakukan penyegaran di beberapa jabatan penting, yakni Kemenko Polkam, Kemenkeu, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, Kementerian Koperasi, dan Kemenpora,” jelas Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana, Senin (8/9).
Sebelumnya, perombakan kabinet perdana di era Prabowo dilakukan pada Rabu (19/2). Saat itu, satu kursi menteri dilepas yakni Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro. Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Brian Yuliarto, untuk memimpin Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Langkah politik Prabowo kali ini dipandang strategis karena selain reshuffle, ia memperluas struktur kabinet dengan menghadirkan kementerian baru. Publik menanti nama-nama pengganti yang akan dilantik dan bagaimana arah kebijakan kabinet pasca-perubahan ini. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)







